Eka Putra Wirya adalah founding father (pendiri) Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA). Bersama dengan GM Utut Adianto, Kristianus Liem dan Machnan R. Kamaluddin (Almarhum), mereka merupakan inisiator yang mewujudkan sekolah catur Enerpac (1993) yang kemudian berubah menjadi Sekolah Catur Utut Adianto (1999).
Beliau mendedikasikan waktu, tenaga, serta dana dalam membesarkan SCUA, dengan visi berkontribusi pada pencapaian prestasi bangsa di bidang olahraga dan pendidikan. Misi yang ingin dicapai adalah untuk menciptakan pecatur kelas dunia serta membangun kecerdasan intelektual dan mental anak-anak Indonesia.
Disela-sela kesibukan mengurus bisnis Ekatama Group, beliau masih menyediakan waktu untuk terlibat aktif dalam usaha memajukan SCUA, mendorong diperbanyak turnamen-turnamen SCUA untuk memberikan kesempatan kepada pecatur-pecatur muda menambah pengalaman bertanding.
Utut Adianto merupakan salah satu founding father (Pendiri) Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA). Sebagai pecatur, beliau meraih gelar Grand Master pada usia 21 tahun dan mengharumkan nama Indonesia dalam persaingan catur dunia.
Ditengah kesibukan beliau di dunia politik serta sebagai Ketua Umum PB Percasi, beliau masih menyediakan waktu untuk terlibat aktif dalam memajukan SCUA. Bersama dengan Eka Putra Wirya dan Kristianus Liem, beliau memberikan dedikasi yang besar dalam upaya menemukan dan mengembangkan bibit-bibit pecatur unggul dari seluruh nusantara.
Utut Adianto bergabung dengan pecatur elit dunia dalam kelompok Grand Master Super dengan Elo Rating diatas 2600 pada tahun 1995-1999, masuk 100 pecatur besar dunia dengan Elo rating 2598 tahun 2001, meraih peringkat ke-39 pecatur dunia pada tahun 1997 dengan Elo Rating 2615.
Kristianus Liem adalah figur yang turut membesarkan Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) sebagai salah satu founding father (Pendiri) dari SCUA. Dalam jabatannya sebagai Direktur SCUA, Kristianus Liem menghabiskan banyak waktu menyiapkan materi bahan ajar, guru-guru catur, serta menjalankan aktivitas SCUA.
Beliau juga aktif dalam talent scouting yaitu usaha pencarian bibit-bibit unggul yang akan dipromosikan menjadi Grand Master baru dari Indonesia. Dengan latar belakang sebagai wartawan, Kristianus Liem banyak menulis mengenai kegiatan catur, baik di lingkungan SCUA, PB Percasi, maupun lingkup internasional.