Ide mendirikan sekolah catur dicetuskan oleh empat tokoh yang mendedikasikan dirinya untuk kemajuan catur nasional: Machnan R. Kamaluddin, Eka Putra Wirya, Utut Adianto, dan Kristianus Liem.
Didirikan di Jakarta pada tanggal 1 Juli 1993. Lokasi awal SCE terletak di Komplek Roxy Mas Blok B1/19 Jl. KH Hasyim Asyhari, Jakarta Pusat.
Pada tanggal 31 Januari 1995, PB Percasi mengeluarkan SK Nomor: 019/SKEP/KU/1995 yang menerangkan bahwa SCE berada di bawah naungan Percasi.
Pada tahun yang sama (21 Oktober 1995), SCE juga sempat memperluas jaringan dengan mendirikan cabang di Surabaya.
Pada 1 Februari 1999, lokasi sekolah dipindahkan ke Bekasi karena keterbatasan ruang di Jakarta. Di momen ini, nama SCE berubah menjadi Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA).
Seiring dengan perpindahan ini, cabang SCE di Surabaya ditutup karena kurangnya minat masyarakat lokal untuk mendaftar ke sekolah catur.
Perubahan nama ini bertujuan meningkatkan popularitas dengan menggunakan nama Grand Master Utut Adianto sebagai ikon catur Indonesia. Pada 10 April 1999, SCUA diresmikan oleh Ketua Umum KONI saat itu, Bapak Wismoyo Arismunandar.
SCUA memulai langkah ekspansinya dengan membuka cabang pertama di Kelapa Gading pada tanggal 17 Juli 2004. Ini menandai awal mula SCUA memperluas jangkauan pendidikan caturnya di luar kantor pusat.
Komitmen SCUA untuk mencetak pecatur handal terus berlanjut. Pada Mei 2024, SCUA resmi memperluas jaringannya dengan membuka cabang baru di Gading Serpong.
Saat ini, SCUA beroperasi dengan pusat di Bekasi serta 2 cabang aktif di Kelapa Gading dan Gading Serpong. Dengan semangat yang terus menyala, tidak menutup kemungkinan bahwa SCUA akan terus berkembang dan membuka cabang-cabang baru di masa mendatang demi kemajuan catur Indonesia.