Jakarta, 18 Desember 2020- Pandemi tidak menyurutkan langkah untuk menghasilkan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan. BPK Penabur bekerjasama dengan PB Percasi dan SCUA  mengawali tahun 2021 dengan menyelenggarakan Penabur Online Chess Festival.

“Turnamen catur online ini akan dilksanakan selama dua hari, tanggal 9 dan 10 Januari 2021. Namun sebelumnya sudah ada rangkaian kegiatan yang dilakukan, dimulai dengan acara Fun with Chess pada 12 Desember 2020,  yang berisi edukasi singkat mengenai catur online serta  trial tahap 1.  Dilanjutkan dengan Chess Talk, pada 19 Desember 2020. Talkshow yang dilakukan secara online ini akan menghadirkan praktisi pendidikan, praktisi catur, dan psikolog,” ujar Adri Lazuardi SH, Ketua Umum Yayasan BPK Penabur.

Online talkshow bertema The Rule of Chess in Modern Education ini akan menghadirkan GM Utut Adianto (Ketua Umum PB Percasi), Ir. Eka Putra Wirya (Dewan Pembina PB Percasi), Adri Lauzardi S.H (Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR), Ir. Budijanto Gunawan (Ketua POCF), Etiwati, S.Pd, M.M (praktisi pendidikan), Lisa Karlina (Pengamat Catur/SCUA),  WGM Irene Kharisma (Grandmaster wanita Indonesia),  dan Agus Gunawan, S.Psi, SE, S.Si. Teol (Karakter). Kemudian pada 4 Januari 2021 dilaksanakan trial tahap 2.

Adri Lazuardi menambahkan, “Kami berharap Penabur Online Chess Festival ini dapat memberikan dampak positif bagi yang mengikutinya, terutama bagi para siswa. Karena catur tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan intelektual anak,  tetapi juga dapat membetuk karakter mereka menjadi pribadi yang lebih kuat untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan”.

Sementara bagi PB Percasi, kegiatan turnamen  yang melibatkan anak-anak sekolah dari tingkat dasar (Sekolah Dasar)  ini sangat menggembirakan, bukan saja dapat memunculkan bibit-bibit baru di dunia catur, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkenalkan catur ke lingkungan sekolah (pendidikan).

“Bila semakin banyak sekolah yang mengikuti jejak BPK Penabur untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini, maka catur akan menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Sehingga kedepannya lebih terbuka luas untuk mencetak para pecatur handal,” ujar Eka Putra Wirya, Dewan Pembina PB PERCASI.

Eka menabahkan pula, apalagi saat ini Federasi Catur Internasional (FIDE) telah melansir bahwa catur memberikan bermanfaat untuk pendidikan dan kesehatan. Sehingga sangat tepat bila catur mulai diperkenalkan sejak dini.

Hal ini merujuk pada trend negara-negara di ASEAN, Asia, bahkan di tingkat dunia yang terus berlomba menciptakan Grandmaster usia muda. Untuk mengejar ketertinggalan dan menghasilkan “bibit unggul”, sehingga memperkenalkan catur melalui sekolah menjadi salah satu cara tepat.

Turnamen catur ini bukan yang pertama dilaksanakan oleh BPK Penabur. Tahun lalu, telah diselenggrakan Chess in School Festival, pada Januari 2019. Tahun ini, peserta Penabur Online Chess Festival yang diperuntukkan bagi pelajar SD hingga SMA,  para staf dan alumni BPK Penabur ini ditargetkan untuk menembus  1000 peserta, dan menjadi ajang turnamen online terbesar di awal 2021.

Latar belakang informasi

Catur adalah permainan yang bukan hanya menarik dan menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi anak-anak. Melalui Catur, anak-anak bisa belajar banyak hal. Setidaknya ada lima hal manfaat dari bermain catur.

  1. Dalam bermain catur anak-anak akan belajar untuk menyusun strategi dengan baik. Strategi tersebut mengasah memori otak anak-anak secara tidak sengaja untuk mengingat strategi yang telah disusun dan berkonsentrasi ketika bermain. Semakin sering kita mengingat dalam bermain catur, maka semakin tajam juga kemampuan logika anak untuk mengingat .
  2. Melalui catur , anak-anak belajar untuk patuh pada aturan yang berlaku. Para pemain catur tidak bisa menjalankan bidak catur sesuai keinginan mereka, ada pola-pola dan juga aturan-aturan langkah yang harus mereka patuhi. Selain itu, mereka juga belajar untuk menerima kekalahan sekaligus mengevaluasi strategi (belajar dari pengalaman).
  3. Permainan catur mengajarkan anak-anak untuk tangguh. Karena catur adalah pemainan satu lawan satu. Dalam catur anak-anak belajar untuk memutuskan sendiri langkah-langkah yang diambil dan menerima konsekuensi dari setiap langkah yang diambil. Mereka belajar untuk berani mengambil keputusan tanpa bantuan dari yang lain.
  4. Catur melatih imajinasi dan kreativitas. Meskipun permainan catur punya jalur sendiri untuk digerakan, Permainan ini membutuhkan imajinasi tentang bagaimana strategi yang akan dipakai, tetapi juga kreativitas untuk melihat situasi yang berubah ketika kita memainkannya.
  5. Permainan catur juga mengajarkan tentang kerja keras, artinya untuk menjadi seorang yang profesional dibutuhkan latihan. Tanpa latihan tidak ada yang dapat meningkatkan kemampuannya dalam bermain catur.