SCUA.ID – Sebanyak 42 pecatur terbaik Indonesia bersaing mengikuti Perang Bintang SCUA (Sekolah Catur Utut Adianto) 2022 mulai hari Minggu (11/12/2022) sampai hari Kamis (15/12/2022), di Sekolah Catur Utut Adianto Bekasi, Jawa Barat.
‘Pecatur yang bertanding di Perang Bintang SCUA ini adalah mereka yang di bawah 20 tahun. Kita terus membangun generasi penerus catur Indonesia, salah satunya dengan menggelar Perang Bintang SCUA ini. Pecatur yang hadir di event ini adalah mereka yang berhasil berada di tiga besar Kejurnas Kelompok Umur, peraih medali di Asian Youth Chess Championships 2022,’ kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) GM Utut Adianto bersama Ketua Dewan Pembina PB Percasi Eka Putra Wirya, usai membuka Acara Perang Bintang SCUA 2022, Senin (12/12/2022).
GM Utut yang baru menerima Penghargaan Golden Award dari Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Pusat menambahkan, melahirkan atlet tangguh untuk jadi andalan Indonesia memang butuhh kerja keras dan keseriusan dan tidak bisa instan serta membutuhkan pendanaan yang tak terhingga. Sadar akan hal tersebut PB Percasi memberikan arena pertandingan untuk kompetisi, salah satunya melalui Event Perang Bintang SCUA 2022 ini untuk memberikan jam terbang kepada bibit-bibit unggul pecatur terbaik Indonesia agar menjadi matang hingga tiba waktunya jadi andalan menggantikan GM Susanto Megaranto.
‘Event ini memang diadu antara pecatur putra dan putri. Karena tujuannya memberikan jam terbang untuk mematangkan ilmu yang telah mereka kuasasi, sehingga nantinya mereka-mereka ini akan menjadi kuat untuk bisa diandalkan menjadi atlet catur Indonesia di masanya nanti,’ terang Utut.
Sementara Eka Putra Wirya menuturkan kepada pemenang dari Event Perang Bintang SCUA 2022 akan dikirim mengikuti kejuaraan internasional. Intinya kami ingin terus menggodok bibit-bibit pecatur Indonesia untuk menjadi atlet catur yang tangguh dan kuat yang akan jadi andalan Indonesia di masa mendatang tutur Eka.