JAKARTA -(Scua.id)

Medina Gugur Terhormat di 16 Besar Dunia. Perjalanan pecatur Indonesia IM Medina Warda Aulia pada Piala Dunia Catur, Baku, Azerbaijan, terhenti di putaran empat atau 16 besar setelah kalah pada partai kedua tie-break catur cepat 25mnt plus 10dtk dari IM Salima Nurgyul (Bulgaria),Jumat (11/8).

Medina sempat unggul pada semua empat partai mereka, tapi selalu tidak cukup untuk menang. Bahkan partai kedua rapid Medi sempat unggul posisi dan wktu pikirnya. Tapi dia buat blunder saat mainkan 22…h5.

“Sebetulnya saya mau mainkan 22…f5 tapi entah kenapa saya jalankan …h5,” cerita Medi kemudian. Kalau f5 Medina masih akan unggul terus. “Saya lihat langsung dari awal partai tie-breaknya,” tutur Ketum PB Percasi Utut Adianto. “Sangat membanggakan,” tambah Utut yang  juga seorang Grandmaster itu.

“Maaf perjalanannya terhenti disini,” kata Medina begitu keluar dari arena. Tidak Med, kamu sudah membanggakan Indonesia. Sejarah yang kau ciptakan akan bertahan lama. Dan pastinya banyak bibit pecatur muda terinspirasi! Foto 3 orang Indonesia di Baku.

“Kado istimewa*

Dewan Penasehat PB Percasi Rusdi Taher menyebutkan bahwa apa yang telah dicapai oleh Medina Warda Aulia pada Piala Dunia Catur di Baku ini sungguh prestasi luar biasa.

Sukses menembus 16 Besar Dunia menurut Rusdi Taher tentu tidak mudah. “Yang lebih membanggakan kita semua prestasi luar biasa Medina Warda Aulia ini terjadi disaat jelang Kemerdekaan RI ke-78 sekaligus ulang’tahun Percasi yang ke73 pada 17 Agustus ini,”tambah mantan Kajati DKI dan Bengkulu itu.

Percasi berdiri pada tanggal 17 Agustus 1950, 5 tahun setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.