Babak terakhir Kejuaraan Catur Dunia Remaja di kota Montesilvano, Italia, Jumat (24/11), menjadi antiklimaks bagi pecatur Indonesia, IM Aditya Bagus Arfan. Aditya kalah dari FM Jakub Chyzy (2286) dari Polandia karena kesalahan urutan langkah. Dalam pertahanan Sisilia variasi Kann, Aditya pada langkah kelima memainkan 5...b5 yang keliru karena Putih belum memindahkan kudanya ke b3. Seperti terhipnotis, langkah-langkah selanjutnya Aditya kurang pas sehingga kehilangan satu bidak di b5 pada langkah 9. Ditambah lagi, tidak bisa mendapatkan rokade. Akibatnya, Aditya menyerah pada langkah 26. Dengan tetap mengumpulkan 6 poin, posisi Aditya terlempar ke urutan 41 dari 134 peserta yang berasal dari 69 negara, dan ratingnya turun sebanyak 11,3 poin. Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto, mengatakan bahwa "Jatuh bangun adalah bagian dari perjalanan menjadi pecatur kuat." Apalagi Aditya masih berusia 17 tahun. Setelah ini, kita menantikan event Pra PON di Bandung dan Eastern Asian Junior di Kinibalu, Malaysia. Aditya harus bangkit lagi.



Terlampir ranking 10 besar KU18 putra. Posisi satu dan dua direbut oleh Rusia, sementara posisi ketiga ditempati oleh Kazakhstan. Namun, juara umum World Youth Chess Championship justru diraih oleh Polandia dengan 2 emas dan 1 perak. Rusia mendapatkan 1 emas dan 2 perak. China, Azerbaijan, dan Uzbekistan masing-masing meraih 1 emas. Jerman mendapatkan 2 perak dan 1 perunggu. AS dan Kazakhstan masing-masing meraih 2 perak, 1 perunggu. Ukraina dan Italia masing-masing meraih 1 perunggu. Terdapat 6 nomor pertandingan: KU18, 16, dan 14, baik untuk putra maupun putri. Sedikit mengejutkan bahwa tidak ada satupun pecatur India yang meraih medali, meskipun mereka hadir membawa kontingen besar sebanyak 29 pecatur.