Kekalahan Aditya tentu patut disayangkan, terutama jika melihat potensinya untuk meraih Norma GM pertamanya. Namun, melihat bagaimana Aditya perlahan-lahan membangun posisi yang menjanjikan dari belakang dengan bidak Hitam dalam pertahanan Slavia yang cenderung bertahan, menunjukkan kemampuannya yang luar biasa. Kristianus Liem mengatakan bahwa hanya masalah waktu Aditya akan menjadi GM Indonesia berikutnya. Tentu saja, hal ini dengan catatan bahwa ia terus menempuh perjalanan, terus berlatih, dan terus bertanding.
Selain itu, hasil dari pecatur Indonesia lainnya adalah CM Fabian Glen Mariano (1959) yang bermain imbang melawan Ivan Travis Cu (1909, PHI); WFM Samantha Edithso (1869) yang menang melawan Velmurugan Sreekarthika (1525, SGP); dan WCM Cecilia Natalie Liuviann (1813) yang menang melawan Ha Yihan (1676, CHN). Semua pencapaian ini memberikan dorongan positif bagi catur junior Indonesia di Kejuaraan Catur Junior Asia Timur.