Diajeng meraih gelar juara setelah tiga babak terakhir Kejuaraan Catur Junior Asia Timur pada Jumat (8/12) di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, menjadi puncak prestasi bagi pecatur putri Indonesia. Kekalahan WCM Cecilia Natalie Liuviann dari pecatur tuan rumah WCM Chia Jia-Tien ternyata menjadi berkah bagi WFM Diajeng Teresa Singgih, yang memenangkan pertandingan melawan Ma Elayza Villa dari Filipina. Berkat hasil tersebut, Diajeng kini unggul dalam nilai tie-break pertama head-to-head, yang sebelumnya menguntungkan pecatur Mongolia WFM Boldbaatar Altantuya, namun kini tidak berlaku lagi. Dalam nilai tie-break kedua, yaitu Buchholz, Diajeng unggul setengah poin (45 dibanding 44,5). Altantuya dan Diajeng sama-sama mencatatkan 7½ poin dari 9 babak. Diajeng keluar sebagai juara dan langsung meraih gelar WIM (Women International Master) serta satu Norma WGM (Women Grandmaster). Meskipun kalah, Cecilia tetap bertahan di peringkat 3 dengan 6½ poin. Tidak hanya meraih gelar juara tiga, Cecilia juga dianugerahi gelar WFM (Women FIDE Master) secara langsung. Bravo catur putri Indonesia! Diajeng & Cecilia bersama tropi dan medali.


(Foto oleh Kristianus Liem)