Bermain dengan buah hitam, pada babak ke-6, Laysa ditahan remis oleh pecatur putri Kazakhstan, WFM Elnaz Kaliakhmet (2068). Di tahap pembukaan, Laysa sempat melakukan kesalahan strategi penempatan buahnya, dimanfaatkan oleh lawannya sehingga posisi buah putih lebih baik dengan menguasai lajur c serta menyorot kelemahan hitam di petak d5. Meskipun Elnaz tidak memanfaatkan peluang ini secara sempurna, memberi kesempatan pada Laysa untuk kembali melakukan konsolidasi buahnya sehingga permainan berakhir seri. Dengan hasil ini, Laysa masih memimpin bersama dengan pecatur India, Tejaswini.

Sementara itu, di kategori B16, Satria Duta harus mengakui keunggulan pecatur remaja asal Rusia, Kirill Otdelnov (2085). Di awal permainan, dengan memegang buah putih, Duta melakukan langkah yang kurang akurat, namun di fase pertengahan, Duta sempat memaksa permainan menjadi rumit. Namun, pecatur dari Rusia ini melakukan kalkulasi secara akurat sehingga Duta tidak berhasil menembus pertahanan Kirill. Pada akhirnya, hitam justru dapat melakukan serangan balik yang tidak dapat dielakkan lagi oleh Duta. Karena kekalahan ini, rankingnya merosot ke urutan ke-5.

Selain Laysa dan Duta, Nayaka dan Steven masih memiliki peluang untuk meraih medali. Nayaka berhasil menambah 1 angka setelah mengalahkan Niilo Man Nissinen (1914) dari Hong Kong, sementara Steven bermain remis dengan FM Inayat Bolat (2299) dari Kazakhstan dan keduanya telah meraih 4 MP.




Hasil lengkap pecatur Indonesia setelah babak 6:

- Nayaka: 4 MP

- Satria Duta: 4,5 MP

- Steven: 4 MP

- As Syasyach: 2,5 MP

- Kenny: 3,5 MP

- Laysa: 5 MP

- Shafira: 3 MP

- Josephine: 2 MP

- Divine: 1 MP

- Veronica: 2,5 MP