Babak 8 melawan Parnian Ghomi (2008) dari Iran menjadi momen kritis bagi Laysa, namun performa permainannya menunjukkan kestabilan mental yang tidak mudah tergoyahkan. Laysa beberapa kali memilih langkah aman, menghindari variasi langkah yang mungkin berpotensi cepat menang namun juga berisiko. Ia cerdas memanfaatkan langkah-langkah lawan yang tidak jelas tujuannya untuk memperkuat posisinya, lalu melakukan pukulan menentukan pada saat yang tepat. Yang lebih mengesankan, krisis waktu tidak membuatnya tergoyahkan; sebaliknya, Laysa tetap mampu melakukan kalkulasi dengan akurat. Pada akhirnya, Parnian Ghomi menyerah di langkah ke-60. Dengan kemenangan ini, Laysa memimpin 1 MP dari saingan terdekatnya. Kita tunggu hasil akhir di G18 setelah babak 9 besok.
Sementara itu, di kelompok B16, Satria Duta berhasil mengungguli Revinthran Darshan (1898) dari Malaysia sehingga setelah babak ke-8 masih menempati urutan ke-3.
Dengan permainan Sisilia variasi Accelerated Dragon, Satria Duta yang memegang buah putih nampaknya tidak menemui kesulitan yang berarti. Konsisten dengan gaya agresifnya, Duta membuat lawannya menyerah di langkah ke-35.
Setelah babak 8, ada 6 pemain meraih nilai sama yaitu 6 poin termasuk Duta. Sehingga dengan demikian, babak 9 menjadi ajang crucial bagi Duta dan ke-5 pecatur lainnya yang bernilai sama tersebut, dan juga menjadi babak penentuan bagi Duta untuk menambah perolehan medali untuk Indonesia khususnya di kelompok B16. IM Erdem Khubukshanov (2366) dari Rusia yang juga meraih 6 MP, menjadi rivalnya di babak terakhir besok.