Kekalahan Aditya tentu patut disayangkan, terutama jika melihat potensinya untuk meraih Norma GM pertamanya. Namun, melihat bagaimana Aditya perlahan-lahan membangun posisi yang menjanjikan dari belakang dengan bidak Hitam dalam pertahanan Slavia yang cenderung bertahan, menunjukkan kemampuannya yang luar biasa.
Babak 4 Kejuaraan Catur Junior Asia Timur di Kinabalu, Sabah, Malaysia, Senin (4/12), WFM Diajeng Teresa Singgih (1827) berhasil menahan remis unggulan pertama WFM Boldbaatar Altantuya (2115) dari Mongolia. Sehingga keduanya memimpin bersama dg 3½ poin.
Pada Minggu (3/12), Kejuaraan Catur Junior Asia Timur di Kinibalu, Sabah, Malaysia, memasuki babak 2 di pagi hari dan babak 3 di sore hari. Dari lima pecatur Indonesia yang berpartisipasi, hanya WFM Diajeng Teresa Singgih yang masih mempertahankan full point setelah mengalahkan Ha Yihan (1676) dari China dan WFM Park Sunwoo (1760) dari Korea Selatan.
IM Aditya Bagus Arfan (2404) menaklukkan pecatur Brunei Muhd Danish Zaqwan Muhd Hadi (1502) dalam 30 langkah
Babak terakhir Kejuaraan Catur Dunia Remaja di kota Montesilvano, Italia, Jumat (24/11), menjadi antiklimaks bagi pecatur Indonesia, IM Aditya Bagus Arfan. Aditya kalah dari FM Jakub Chyzy (2286) dari Polandia karena kesalahan urutan langkah.
Instruksi untuk IM Aditya Bagus Arfan agar berupaya lebih keras untuk mencari kemenangan pada dua babak tersisa ternyata malah berbuah kekalahan. Aditya kalah pada langkah ke-50 melawan FM William Olsson (2372) dari Swedia pada babak ke-10 Kejuaraan Dunia Catur Remaja KU18 yang berlangsung di kota Montesilvano, Italia, pada Kamis (23/11).